kesuburan
Kembali ke kesuburan. Candi ini memang mempertontonkan kesuburan. Gambaran kesuburan ini nampak jelas dalam bentuk palus yang ditempatkan di dalam gubuk kecil di salah satu tingkat. Selain itu, nampak juga patung manusia jawa kuno laki-laki dan perempuan. Candi ini juga dipercaya sebagai tempat berdoa bagi orang yang ingin mendapatkan keturunan. Dengan berdoa di tempat ini, dipercaya, pasutri akan segera mendapatkan keturunan.
Perjalanan ke candi ini membangkitkan gairah purba manusia akan keturunan, kesuburan dan penciptaan. Hubungan manusia dengan dirinya, dengan sesama, keturuanan, alam dan Pencipta. Manusia berperan dalam penciptaan keturunan dalam persetubuhan. Nuansa hindu jawa sangat terasa. Suasana jawa nampak dari patung-patung manusia dan hewan yang sangat ordinari. Hal ini berbeda dengan gambaran hindu india dengan dewa-dewanya. Patung di sini adalah patung orang jawa biasa, dengan binatang di sekitar kehidupannya.
Suasana sepi, sejuk, pegunungan, tanaman, memberi nuansa pertanian. Aku merasakan candi ini adalah ekspresi iman petani jawa sederhana akan Keilahian atau Sang Penciptanya. Bentukan iman yang sederhana diungkapkan dalam kesuburan, dalam proses penciptaan. Ada kekuatan yang melebihi manusia yang berperan dalam setiap peristiwa hidup. Kekuatan itu yang dihargai, dihormati, disapa di candi ini. Di hadapan tindak semacam ini, aku tak bisa mengatakan bahwa ini adalah suatu penyembahan berhala. Aku malah merasakan adanya kejujuran iman akan pengakuan yang ilahi di sini. Bentuk sederhana dari candi ini mengungkapkan kejujuran akan iman dan penyembahan. Di sini, Tuhan belum didefinisikan, belum bernama, tetapi disadari sebagai yang berperan dalam hidup manusia. Beberapa kata yang berhubungan di sini adalah kesuburan, persetubuhan, penciptaan, Pencipta, manusia, binatang, dan alam. Relasi antar kata dan makna tersirat dalam patung, relief, pondok serta tata bangunan candi ini.
Beranjak dari candi ini, bersama dengan para agamawan, aku akan bertanya kepada Tuhan : TUHAN APAKAH AGAMAMU ?
Kegilaan di akhir tahun
Global Warming Bikin Dunia Banjir Pejantan

Global warming tidak hanya menyebabkan perubahan iklim, tetapi juga mengganggu interaksi seksual di kehidupan liar. Salah satu dampak yang mengkhawatirkan adalah terganggunya perkembangbiakan makhluk hidup karena kenaikan suhu cenderung melahirkan banyak pejantan daripada betina.Pada kebanyakan hewan melata (reptil), jenis kelamin ditentukan seberapa suhu pengeraman telur setelah dibuahi hingga menetas. Jika suhunya di atas suhu rata-rata, biasa disebut pivotal temperature, hampir pasti akan tumbuh menjadi pejantan. Hal tersebut akan menimbulkan masalah jika tingkat kenaikan suhu melaju lebih cepat daripada kemampuan alam melakukan adaptasi. Jumlah betina akan jauh lebih kecil daripada pejantan.
Ancaman yang sama juga dihadapi kelompok ikan. Penelitian terbaru yang dilakukan Natalia Ospina-Alvarez dan Fransesc Piferrer dari Marine Science Institute di Barcelona, Spanyol, menemukan bahwa 6 genus ikan—dari 20 yang terindikasi—nyata-nyata memiliki jenis kelamin yang ditentukan suhu pengeraman atau biasa disebut TSD (temperature-dependent sex determination). Antara lain, genus Menidia dan Apistogramma.
Hasil penghitungan mereka menunjukkan bahwa kenaikan suhu air sebesar 4 derajat Celcius, yang diprediksi akan terjadi sepanjang abad ini akan menghasilkan rasio pejantan dan betina sebesar 3 berbanding 1. Rasio tersebut sangat berisiko untuk menjamin kelangsungan hidup ikan.
Pada manusia, kenaikan suhu global mungkin tak berpengaruh pada rasio jenis kelamin. Namun, dampaknya tetap mengancam kelangsungan hidupnya di muka Bumi./*
WAH
Sumber : LIVESCIENCE
Siap-siap, Tahun Baru 2009 Terlambat Satu Detik
Sabtu, 27 Desember 2008 | 14:45 WIBLONDON, SABTU - Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, awal tahun baru 2009 akan terlambat satu detik. Sejumlah ilmuwan yang selama ini peduli terhadap standardisasi waktu di seluruh dunia telah sepakat menambah satu detik di akhir tahun 2008.
Penambahan ini untuk memastikan dunia tetap tepat waktu. Rotasi Bumi sebagai standar 24 jam masih digunakan dalam penentuan waktu di jam. Padahal, rotasi Bumi dari waktu ke waktu mengalami keterlambatan. Pencairan es di kutub, aktivitas inti Bumi, gelombang laut, dan efek gravitasi Matahari dan Bulan membuat poros rotasi berubah-ubah dan mengalami perlambatan 2 milidetik setiap hari.
Sementara standar waktu yang presisi kini digunakan berdasarkan waktu luruh atom cesium yang hanya terlambat satu detik dalam 200 juta tahun. Akibat perbedaan ini menyebabkan tampilan jam atom harus disesuaikan dengan jam berdasarkan rotasi Bumi.
Tambahan detik yang diatur lembaga standardisasi waktu dunia International Rotation and Reference Systems Service akan dilakukan secara resmi pada malam tahun baru di Greenwich, Inggris. Greenwich selama ini menjadi referensi jam di seluruh dunia dengan sebutan GMT (Greenwich Mean Time) atau Coordinated Universal Time (UTC).
Secara teknis, pada malam tahun baru akan ditambahkan hitungan 23.59.60 sebelum berubah menjadi 00.00.00 memasuki 1 Januari 2009. Sebanyak 200 jam atom yang tersebar di 50 laboratorium di seluruh dunia akan menyesuaikan dengan perubahan ini.
Detik tambahan yang sering disebut Leap Second ini bukan kali pertama dilakukan. Sejak standardisasi waktu dunia disepakati tahun 1972 telah dilakukan 24 kali.
Meski seolah tahun 2009 terlambat satu detik, sebenarnya justru maju beberapa milidetik. Sebab, saat ini jam atom terlambat 0,6 detik sehingga penambahan satu detik membuat waktu Bumi 0,4 detik lebih dulu. Maju atau mundur, perayaan tahun baru tetap saja yang paling ditunggu-tunggu.
sengsu
SENGSU adalah salah satu jenis makanan yang cukup digemari di SOLO. Hal ini terlihat dari tersebarnya penjual SENGSU di SOLO. SENGSU dengan segala variannya, yaitu sate jamu, rica, masak, goreng, bledek, nyemek, dll memiliki penggemar tersendiri. Orang SOLO sendiri, tidak semua akan menyebut makanan dengan varian di atas dengan sebutan SENGSU (tongSENG aSU. Sebagian akan menyebutnya Satu Jamu, RW atau wedhus balap. Bagi mereka yang asing dengan budaya jawa, perlu dijelaskan terlebih dahulu bahwa Asu (jawa) dalam bahasa Indonesia adalah Anjing. Penyebutan yang bervariasi tersebut, mungkin adalah eufemisme bagi penyebutan Asu. Maklum, Asu juga menjadi pisuhan (umpatan) yang cukup poluler di antara orang Jawa. Salah satu warung yang cukup terkenal di SOLO adalah Warung Pemuda. Menu yang ditawarkan cukup beragam dan penyajiannya juga cukup baik. Bahkan terkesan terlalu bersih bagi sebagian penggemar SENGSU. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembelinya. Warung Pemuda memberi peluang pembeli dari segala lapisan, yaitu kaum tua, muda, besar, kecil, laki-laki, perempuan. Secara bisnis, warung ini menerapkan banyak strategi penjualan, salah satunya dengan mengedepankan keunikan dari makanan yang dijual. Banyak warung menyediakan masakan daging anjing, tetapi hanya warung pemuda yang menyajikan secara apik, bersih dan tidak harus menunggu lama. Namun begitu, tidak berarti Warung Pemuda menjadi tempat paling laris karena soal selera, tidak dapat diperdebatkan. Semua orang memiliki kesukaannya sendiri-sendiri. Tak heran, banyak warung SENGSU/SATE JAMU di SOLO dengan fanatisme penggemar masing-masing.
Hal yang menarik dari Warung SENGSU adalah diikutsertakannya gambar lingkaran dengan kepala anjing yang sedang menjulurkan lidahnya. Hal itu dilakukan sejak Pemkot SOLO mengharuskan setiap warung sengsu memasang gambar anjing di tendanya. Konon, menurut seorang teman, langkah Pemkot Solo ini, dipicu oleh banyaknya salah tafsir terhadap warung macam ini. Seperti diungkapkan di atas, selain SENGSU, banyak orang menyebut dan menulis SATE JAMU untuk warung yang menyediakan masakan daging anjing. Kata "SATE" dalam SATE JAMU membuat banyak orang di luar SOLO terkecoh dan mampir untuk membeli. Suatu kali, ada seorang ibu-ibu berjilbab masuk dan memesan satu porsi sate jamu. Tentu saja, kedatangan ibu ini membuat penjual agak risih dan kesulitan menjelaskan barang dagangannya, mengingat anjing adalah binatang yang diharamkan bagi umat muslim. Daripada mengundang banyak salah tafsir, Pemkot SOLO membuat peraturan bagi para penjual masakan daging anjing, yaitu dengan memasang gambar kepala anjing di tenda warungnya.
Kembali ke Warung SENGSU. Kehadiran Warung SENGSU di SOLO, secara terbuka ini, memberikan beberapa gambaran tentang masyarakat SOLO. Satu hal yang jelas adalah keterbukaan masyarakat SOLO terhadap makanan ini. Anjing adalah binatang yang haram menurut Islam. Munculnya banyak warung yang menjual masakan daging anjing, menggambarkan penerimaan warga SOLO terhadap keanekaragaman. SOLO tidak semata-mata menjadi milik satu agama. Hal ini yang tidak dapat ditemui di wilayah lain di Pulau Jawa ini. Pemahaman ini cukup aneh, mengingat bahwa SOLO terkenal sebagai kota bersumbu pendek, gampang meledak. Konflik horisontal mudah dipicu di Solo, demikian kesimpulan banyak pihak. Dengan demikian, nampak bahwa konflik horisontal berbasis agama di Solo kelihatan tidak terjadi di akar rumput. Masyarakat Solo tidak menolak adannya warung SENGSU. Ada harapan akan perubahan slogan bahwa Solo adalah Kota bersumbu pendek. Tanpa terburu-buru menyimpulkan, dapat diharapkan bahwa penerimaan ini menunjukkan arah keterbukaan masyarakat SOLO terhadap perbedaan, salah satunya perbedaan Agama. Kota SOLO dipahami bukan hanya milik satu agama. Sehingga, bila akhirnya muncul gerakan pengkotakan, hasil dari fanatisme berlebihan, pastilah tidak muncul dari akar rumput. Perbedaan tidak dipermasalahkan, yang menjadi masalah adalah pembedaan, pembeda-bedaan, pengkotak-kotakan.
Akhirnya, tambah lagi satu julukan untuk SOLO selain kota warisan budaya dunia, yaitu, SOLO kota SENGSU dunia !!!
Tampilan Baru

Tampilan web Bengawan
Web Bengawan.Org kembali berbenah. Setelah beberapa waktu yang diaktifkan, kini tampilan berganti rupa. Meski masih berstatus “ujicoba atau beta” karena masih menunggu masukan dari rekan-rekan semua. Mohon maaf pula bila masih ada kekurangan di sana-sini.
Sebagai nama theme, dipilihlah nama Gesang. Ini dimaksudkan untuk menghormati sang maestro dari Solo tersebut. Lagu Bengawan Solo yang terkenal itu lahir tak lain dari tangan dinginnya. Namun walau bertema “gesang”, kesan “sepuh” dihindari, karena anak muda yang berkonotasi dinamis menjadi tema kita.
Silakan berikan masukan melalui form komentar.
Pakarsa 2008
Sugeng Rawuh!
Ketika air mengalir sampai jauh….
Selamat datang di Bengawan, Komunitas Blogger Kota Solo. Bengawan mengalir bukan untuk menyapu keberadaan komunitas-komunitas lain yang sudah eksis sebelumnya. Bengawan hadir untuk bersama-sama memperkuat kebersamaan, persaudaraan dan semangat saling berbagi. Semoga tetesan kecil yang mengawali aliran Bengawan ini, menjadi sebuah arus semangat yang akan mengalir sampai jauh.
Gambaran umum Paper Bag
contoh tas dari bahan Kertas (Fancy paper, Natural Paper)- Bahan : kertas ivory (exclusive), samson kraft (natural)
- Ukuran : sesuai permintaan
- Cetakan : sablon dan offset
- Min order : 250 pcs unt cetak offset (full colour), 100 pcs unt sablon 1 warna
- Harga : sesuai ukuran dan jenis cetakan ( Rp. 1.000 sd 9.000/pc )
atau sms 081 667 6036 ( erna )
Muktamar
Sekitar jam 9 malam, saya dan temen-temen datang dilokasi. Suasana sudah ramai dengan para Bloger yang akan mengikuti Muktamar serta masyarakat umum yang sedang duduk bersantai maupun yang lewat (maklum, tempatnya di emperan).
Sembari menunggu para Muktamirin lain hadir, kamipun saling bersalaman, berkenalan, dan berbagi cerita mengenai pribadi dan komunitas. Satu persatu para muktamirin datang dari berbagai daerah. Hingga suatu saat mbak Ainun datang membawa makanan, lalu kamipun sekejap terfokus menyantap makanan tersebut.
Sekitar jam 11 malam, Yenni Wahid datang menghadiri muktamar (beliau merupakan salah satu penyumbang G1000Buku). Minggu sebelumnya bertempat di “wetiga” (halaman kantor DagDigDug), Duta Besar USA untuk Indonesia berkesempatan hadir menyerahkan langsung sumbangan buku untuk G1000Buku yang di motori oleh Komunitas B-HI.
Acara dimulai dengan pengenalan Komunitas B-HI oleh Presiden B-HI saudara Bachtiar Rifai. Di lanjutkan laporan kegiatan tahun lalu (Wedus for Bangsari) oleh M. Saifulloh (Ipoel). Kemudian dilanjutkan laporan kegiatan Gerakan1000Buku oleh Saudara Pitik.
Setelah prosesi pengenalan, dilanjutkan penyerahan secara simbolis banyuan buku dari Wahid Institute yang diserahkan oleh Yeni Wahid kepada Koordinator G1000Buku saudara Pitik. Dilanjutkan penyerahan secara simbolis sumbangan buku kepada calon penerima yang diwakilkan oleh masing-masing koordinator didaerah.
Setelah pidato singkat perkenalan dari Yeni Wahid, acarapun dilanjutkan dengan bebas. Kamipun kembali berbincang-bincang dan berfoto bersama. Hingga sekitar jam 1 pagi, satu persatu pesertapun mulai membubarkan diri.
Syukur Alhamdulillah, acara malam itu berjalan dengan lancar tanpa ada halangan sedikitpun. Cuaca yang tadinya mendung menjadi cerah. Meski ada beberapa Intel yang mondar-mandir (maklum tidak ada izin keramaian dari kepolisian), tetapi acara tetap berjalan dengan lancar.
Acara tersebut sukses berkat kerjasama seluruh muktamirin yang hadir dan menghadiri prosesi seluruh acara dengan tertib tanpa menimbulkan keributan apalagi sampe ada Muktamar tandingan atau Muktamar Luar Biasa.
Sebagian angota/komunitas yang hadir pada malam itu adalah :
- Komunitas Bloger Makasar, Anging Mamiri.
- Komunitas Bloger Palembang, Wong Kito.
- Komunitas Bloger Semarang, Loenpia.
- Komunitas Bloger Surabaya, TPC.
- Komunitas Bloger Bogor, Blogor.
- Komunitas Bliger Yogyakarta, CahAndong.
- Komunitas Bloger Solo, Blogos.
- Komunitas Bloger Jakarta, B-HI.
- Komunitas Bloger Blogfam.
- Komunitas Plurker.
- Bloger non komunitas.
- Komunitas Sepeda Onthel Jakarta.
- Perwakilan penerima sumbangan buku.
- Penyumbang buku.
- Mass Media cetak dan elektronik.
- Stasiun TV swasta.





