Produk ESA GRAFIKA

January 30, 2009 by Erna · Leave a Comment
Filed under: Aggregator 
.....biarkan tas kita bicara .....


Hay, silahkan lihat produk kami !!!

ESA grafika, di sini kami membuat tas tas unik. Kenapa unik ???
Ya, karena selain tampilanya yang cantik, ringan, dan yang pasti tas ini bisa di print dengan foto, atau tulisan sesuka suka anda.....

Tas tas unik kami khusus dibikin untuk Shopping Bag dan Goody Bag.
Sebagai sarana promosi Shopping Bag ini oke banget, karena selain unik, harganya itu , Muraaahh ! jadi ekonomis gitu lho

Untuk Goody Bag juga Ok !
Mau ngadain event seminar, wisuda, launching product, welcome party, inagurasi, ulang tahun, syukuran, ataupun event event lainnya. Pastikan goody bag kami melengkapi kesempurnaan event yang anda selenggarakan. Praktis !!!Unik !!! dan mengesankan

Ada juga Digital Bag bisa dipakai ke sekolah, hang out, atau casual hand bag, bisa koq diprint pake foto enyak, babe, kakek, nenek, teteh, adik, maupun foto Doi atau foto anda sendiri ? siapa takut !
Dan yang pasti semua bisa dipesan dengan harga terjangkau, NDAK PAKE MAHAL !!!

PRODUK PRODUK KAMI
  • Paper Bag dibikin dari bahan kertas ( fancy paper/ natural paper ) dengan printing Offset/ sablon bisa full collour atau one collour.
  • Furing Bag dibikin dari bahan Spund Gum ( semi kain ) denan print sablon Variasi model, warna dan ukuran tergantung permintaan.
  • Digital Bag dibikin dari bahan kombinasi Nillon D60 + MMT

Datang Tak Diundang (tapi) Pulang Diantar/jemput

January 26, 2009 by Blontank Poer · 29 Comments
Filed under: Kabar Bengawan 

Datang tak diundang, pulang tak diantar dan dijemput. Itulah ImanBrotoseno dan kawan-kawan, yang klayaban ke Taman Andong, Yogya, lantas membawa kusir-kusir Andong itu ke Solo, Minggu (25/1) malam. Ada Antobilang dan empat kawannya, juga Tika yang tiba-tiba nongol bersama sejumlah kusir lain, saat kami asyik motret sembahyangan imlek di Klenteng Avalokitesvara, Pasar Gede.

ber-Iman tanda ber-Imlek

ber-Iman tanda ber-Imlek

Kami pun lantas neruske laku, melanjutkan perjalanan dengan wedangan di angkringan Kemin di samping monumen pers. (Di angkringan Kemin itulah, pada Desember silam disepakati pembentukan Bengawan, komunitas blogger se-Surakarta). Di sana, kami ngobrol ngalor-ngidul seenak perut sambil menikmati wedang coklat-jahe-tape (ketan, bukan recorder).

Sedikitnya 22 gelas (10 di antaranya bekas coklat-jahe-tape) berserakan di atas tikar, alas tempat kami duduk-duduk sekitar dua jam itu. Asal tahu saja, Tika yang sebelumnya menganggap wedang tiga unsur itu ‘lucu’, akhirnya mencoba mencicipi wedang yang sudah kuminum. Diam-diam dia lahap ngalap berkah wedang sisaku, sampai akhirnya sebagai Wong Solo, aku harus ‘tahu diri’ pada tamunya. Maka, aku memesan segelas lagi, wedang yang sama…..

TikaBanget, ImanBrotoseno dan....... Minuman yang berserakan!

TikaBanget, ImanBrotoseno dan....... Minuman yang berserakan!

Malam itu, kami tak kemana-mana. Cuma kembali ke losmen Jayakarta di samping kiri Stasiun Balapan, tempat Iman dan para kusir menginap (dan hampir kehilangan monopod tjap Velbon).

Perjalanan keliling Surakarta dilanjutkan pada Senin siang. Diawali makan siang di warung thengkleng Bu Gondo di belakang Stadion Manahan, kami lalu menengok Taman Balekambang. Sejenak di sana, perjalanan diteruskan dengan foto-fotoan di tepian Bengawan Solo, di Jurug.

Dony yang menyusul kami ke Jurug hanya kebagian sesal. Gelap langit yang membayang cepat berubah menjadi air tumpah. Deras! Semua berlarian mencari tempat teduh milik pedagang kakilima, lantas bergegas masuk mobil dan pergi (meninggalkan Dony)!

Aku mengantar Antobilang dan tiga kusir andong ke Stasiun Balapan. Kusir-kusir lainnya, pulang ke Yogya naik mobil sekalian membajak Iman Brotoseno. Begitulah, mereka datang tak diundang, tapi perginya ada yang diantar dan dijemput.

Ini adalah rombongan tamu kedua Bengawan yang tak sempat menikmati dimuliakan oleh tuan rumah. Sebelumnya, rombongan peziarah Wali Blogger telantar di Balekambang. Hanya Andi, Kurnia, Dony dan Panjul (pemandu wisata agar orang mau dolan ke Solo), Irfan, Ngatini dan aku (datang tapi terlambat) yang sempat menyambut rombongan Gajah Pesing itu.

Tapi, begitulah. Seperti kalimat pendek yang sering tertera pada akhir surat-suratan jaman dulu (entah itu kartu pos atau surat seorang anak kos kepada ayah-ibunya), kami mengucapkan: harap maklum!

Bukan sok sibuk atau sengaja menghindar dari teman-teman TPC dan para kusir andong yang sudah keraya-raya, bersusah payah meluangkan waktu untuk berkunjung ke Solo. Kebetulan, kebanyakan tean-teman sedang mudik, sibuk bikin skripsi dan sebagainya.

Harap maklum…. sekali lagi, nyuwun pangapunten tidak bisa memuliakan Anda sekalian (padahal dalam Islam, seorang tamu berhak atas jamuan selama tiga hari berturut-turut, lho).

Sampai jumpa lagi saudara-saudaraku……………………………………..


ZIARAH WALI BLOGGER dan BENGAWAN

January 25, 2009 by admin · 14 Comments
Filed under: Info Kopdar 

Rombongan Ziarah Wali Blogger akhirnya singgah di kota Solo. Agak molor sedikit dari jadwal, Sabtu (24/01) sekitar pukul 2 siang, kota Solo dengan komunitas blogger BENGAWAN adalah kota ke empat yang disinggahi rombongan Ziarah Wali Blogger. Mendung yang menggelayut dan gerimis yang membelai pada sore itu tidak menyurutkan nyali cah-cah BENGAWAN untuk menyambut saudara mereka arek-arek  blogger Warok sebagai peserta rombongan dan TPC sebagai pelaksana Ziarah Wali Blogger, di Taman Balekambang Solo. Suka cita, canda tawa yang gegap gempita,  ditingkahi pisuhan-pisuhan persahabatan mencairkan suasana persaudaraan yang terbangun begitu indah.

Selengkapnya →


Peziarah Singgah di Tepian Bengawan

January 24, 2009 by Blontank Poer · 10 Comments
Filed under: Kabar Bengawan 

Menyambut tamu

Belasan peziarah baru saja singgah di tepian Bengawan Solo. Mereka yang menamakan diri Peziarah Wali Blogger itu dipimpin duo-lucu, Gajahpesing dan Anang. Jadwal mereka amat padat, sehingga sejenak waktu yang diluangkan bertemu teman-teman di Solo, pun singkat. Tak cukup untuk melepas penat.

Saya datang terlambat, sementara Dony, Andy MSE, Panjoel, Irfan dan Kurnia yang sudah lebih dahulu datang, termehek-mehek menemani peziarah yang rata-rata bengal dan senang cengengesan (tapi mereka serius dalam ber-Tuhan. Sebelum meneruskan perjalanan menemui blogger Jogja, mereka sempat ribut mencari masjid terdekat).

Sayang, pertemuan hanya sesaat. Kami tak sempat menjamu layaknya memperlakukan tamu kehormatan. Bahkan dengan basa-basi ala Solo (yang murah dan gampang) pun tak sempat. Ya sudah, mau bagaimana lagi…..

Yang jelas, Komunitas Bengawan cukup senang dan berbangga disapa. Apalagi, pada diri peziarah itu, tak hanya mengalir darah juang kaum muda. Lebih dari itu, semangat kepahlawanan Arek begitu terasa dalam diri blogger-blogger Jawa Timuran itu.

Sam, sepurane, ya… Awak-awak gak iso nyenengno koen-koen kabeh…….


Kontes Blog dan Foto Bengawan

January 22, 2009 by Blontank Poer · 35 Comments
Filed under: Woro-Woro 

Bloggerwan/bloggerwati (pelahap bandwith) yang terhormat, Komunitas Bengawan akan menggelar kontes blog dan lomba foto. Sifat lomba terbuka untuk umum, tidak dibatasi oleh domisili dan ‘agama’ blog tertentu.

Apakah Anda berasal dari wilayah administratif blogspot, blogsome, wordpress, dagdigdug, blogdetik, atau apa saja, tidak dilarang mengikuti lomba ini. Prinsipnya, semakin beragam makin menjadikan dunia blog lebih berwarna. Seperti julukan kabinet, blog pun boleh menggunakan istilah blogger pelangi.

Tema: Surakarta itu Indah, Surakarta itu Asyik

Ketentuannya, kira-kira begini: 1. Semua tulisan dan foto yang diikutkan dalam kontes harus menyangkut kerajinan, obyek wisata, jenis-jenis kesenian, kehidupan sehari-hari (daily life) di Kota Surakarta (lebih dikenal dengan sebutan Solo). 2. Semua tulisan dan foto yang diikutkan dalam kontes harus dipublikasikan di blog masing-masing. 3. Blog peserta kontes harus berusia sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan, terhitung sampai 1 Pebruari 2009 dan berisi sedikitnya 3 (tiga) posting. 4. Tulisan dan keterangan foto yang diikutkan dalam kontes harus memenuhi kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. 5. Panjang tulisan minimal 5 (lima) paragraf, dan khusus foto harus dilengkapi dengan keterangan (caption) yang menjelaskan subyek foto seperti keterangan waktu dan lokasi pemotretan dan informasi yang relevan. 6. Orisinalitas karya adalah syarat mutlak. Tulisan tak boleh menjiplak dan foto tidak merupakan hasil olah digital, kecuali sebatas cropping dan pengolahan gelap-terang.

Woro-woro ini bersifat pemanasan, pemberitahuan kepada Anda, bloggerwan/bloggerwati yang gemar melahap bandwith, agar mempersiapkan diri sejak kini. Sebab, batas waktu penutupan kontes adalah tanggal 17 Pebruari 2009 pukul 23.59 WIB.

Siapkan diri Anda mulai sekarang untuk memilih dan memilah obyek tulisan dan foto. Ketentuan lebih lanjut akan segera disusulkan. Yang jelas, kategori untuk kontes penulisan terbagi dalam dua kelompok, yakni pelajar dan mahasiswa/umum. Sedang untuk kontes foto, tak ada pembedaan status. Pelajar, mahasiswa dan siapa saja punya kesempatan yang sama.

Hadiahnya lumayan, kok. Ada sejumlah handphone 3G, kamera digital, dan hadiah hiburan untuk setiap kategori. Teknis pengiriman tulisan/foto akan disusulkan kemudian. Karena ini bersifat bocoran (kok dipublikasikan terbuka?), semata-mata agar Anda bersiap diri saja…

Kami tunggu karya-karya terbaik Anda. Ikuti terus perkembangan informasinya di Bengawan.


Komunitas Bengawan: Optimalkan Telenta Anggota

January 21, 2009 by camagenta · 9 Comments
Filed under: Info Solo, Ngaturaken 

Setiap orang memiliki talenta. Talenta mempunyai arti ketika seseorang berada di dalam lingkungan sosial. Keberadaan manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan ruang berekspresi dengan orang lain di sekitarnya. Tidak mengherankan bila munculnya sebuah komunitas dengan anggota berlatar belakang heterogen, bisa membuat komunitas mempunyai manfaat bagi kelompok maupun sekitarnya.

Selengkapnya →


Kunjungan Bengawan di Laweyan

January 20, 2009 by Blontank Poer · 25 Comments
Filed under: Gerakan 
Anggota keluarga Bengawan sedang mendengarkan paparan Mas Widhiarso dan Mas Gunawan di kompleks Batik Putra Laweyan

Anggota keluarga Bengawan sedang mendengarkan paparan Mas Widhiarso dan Mas Gunawan di kompleks Batik Putra Laweyan

Mendung seperti enggan bergelayut di atas Kota Surakarta ketika belasan anggota komunitas blogger Bengawan yang dikomandani DonyAlfan dan Panjoel si Tukang Nggunem menginjakkan kaki di bumi Kampung Batik Laweyan. Kedatangan kami molor lima belas menitan.

Beruntung, Mas Gunawan (duduk paling kanan, dekat bar) sebagai wakil tuan rumah sabar menanti kedatangan kami. Satu demi satu, teman-teman mulai berdatangan sampai akhirnya mencapai belasan. Lumayan bagi Bengawan, tapi dhedhel duel bagi tuan rumah. Es temulawak dihidangkan sebagai jampi salit (obat penawar haus) di sudut kompleks rumah batik Putra Laweyan, milik Mas Gunawan.

Kami memperoleh gambaran komprehensif mengenai Laweyan. Dari asal-usul membatik yang diajarkan Kyai Ageng Henis, sesepuh Kerajaan Pajang hingga perkembangan mutakhir akibat jatuhnya usaha batik rumahan akibat kehadiran mesin printing yang diperkenalkan rezim Soeharto melalui Batik Keris di sebelah tenggara Laweyan.

Tak cuma itu, mengapa rumah-rumah di Laweyan berpagar tembok tinggi, pun diceritakan. Dulu, antarrumah ada pintu penghubung sehingga rapat pergerakan bisa dilakukan tanpa tercium tentara kolonial. Juga, kebiasaan Mas-mas Nganten, sebutan untuk kepala keluarga berjudi taruhan uang pada adu balap kuda di Balapan (kini stasiun kereta api).

Pokoknya, ceritanya lengkap. Silakan menanti hasil posting teman-teman Bengawan, atau tulisan Mas Hari D Utomo (berkaus hitam, wajah brewokan) di koran tempatnya bekerja di Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta.

Terima kasih kepada Mas Gunawan dan Mas Widhiarso (duduk, tepat di tengah) yang telah meluangkan waktu dan berbagi cerita dengan kami dari Bengawan, bahkan mengantar kami ke kompleks Masjid Laweyan dan makam Kyai Ageng Henis. Jangan kapok kalau lain kali kami akan datang sendiri-sendiri.

Kami harap Anda sabar menanti posting-posting kami…..

Update:

Berikut adalah sejumlah penuangan teman-teman Bengawan:

- Batik Laweyan, Pionir Batik di Solo

- Menziarahi Laweyan, Menggenapi “Ke-Solo-an”

- Batik itu, Ya Laweyan

- Kampung Batik Laweyan Solo


Jalan-jalan ke Laweyan

January 18, 2009 by Blontank Poer · 24 Comments
Filed under: Woro-Woro 

Laweyan adalah kampung yang berubah. Dulu, Kampung Laweyan termasuk kategori ‘tertutup’. Tak sembarang orang bisa masuk ke kompleks rumah mereka. Mungkin, itu juga bagian dari sejarah panjang masyarakat Laweyan yang sejak prakemerdekaan sudah memiliki sikap lebih jelas terhadap kolonialis Belanda, juga Jepang. Tembok-tembok benteng yang tinggi, kukuh dan terkesan angkuh, bisa jadi hanyalah sebuah ungkapan protes terhadap pemerintah, yakni keluarga Kraton Surakarta. Begitu pula warna emas dan perhiasan yang selalu berbeda dengan yang selalu dipergunakan keluarga bangsawan kraton.

Ya, Laweyan memang mulai tampak berubah. Batik tulis yang sempat mati dilindas mesin-mesin batik printing, kini menggeliat lagi. Banyak orang berkunjung. Ada yang membeli batik tulis untuk sekadar menjadikannya sebagai kenang-kenangan, ada pula yang memborong dengan tujuan berdagang, atau mengkoleksi. Namun, ada pula yang sekadar jalan-jalan, piknik, menyaksikan kepiawaian jari-jari terampil menggoyangkan canthing.

Demi pingin tahu apa, siapa, mengapa dan kenapa Laweyan menjadi seperti sekarang, Komunitas Bengawan akan melakukan safari, jalan-jalan sambil kopdar. Acara terbuka untuk umum, siapa saja dan dari mana saja -asal Anda seorang blogger!

Kita bisa menggali sejarah Laweyan, jejak perjuangan KH Samanhudi dengan gerakan Syarikat (Dagang) Islam-nya dari teman-teman pelaku usaha batik. Juga, kita bisa belajar membatik ke ahlinya secara langsung. Oh, ya, selain di setiap rumah batik ada ‘pertunjukan’ membatik secara live, di sana juga ada tempat khusus bagi orang yang ingin belajar membatik.

Ayo kita ramai-ramai mengupas hingga tuntas, mengapa Laweyan memperoleh penghargaan Upakarti dari Presiden Republik Indonesia, 7 Januari lalu? Siapa yang mewakili masyarakat Laweyan bersalaman dengan SBY?

Kalau Anda berminat, langsung saja datang ke Batik Putra Laweyan yang dikelola oleh Mas Gunawan itu sebagai titik kumpul di lokasi. Kita akan bersama Mas Gunawan dan teman-teman menyusuri Laweyan.

Kalau mau berangkat bareng-bareng, kita bisa kumpul di city walk depan Hotel Ayu Putri, di seberang warnet Solonet, tak jauh dari Rumah Sakit DKT , Jl. Slamet Riyadi, Gendengan, Surakarta pada Selasa, 20 Januari 2009. Tepat pukul 10.00 WIB, kita berangkat bersama ke Laweyan.


Gerakan Ngumpulke Buku

January 18, 2009 by camagenta · 5 Comments
Filed under: Gerakan 

Temans, aku mau usul, nih. Bagaimana kalau Komunitas Bengawan menghimpun buku-buku, seperti Satu Alumni Satu Buku. Gak usah dibatasi bukunya jenis apa. Nantinya, buku yang terhimpun bisa disumbangkan lagi kepada semua pihak yang membutuhkan. Buku-buku pelajaran juga bermanfaat untuk bahan belajar. Sebagian masyarakat kita, nyatanya juga masih kesulitan membeli buku-buku sekolah.

Andai banyak terkumpul, kita bisa pilah-pilah. Untuk buku bertema anak-anak, bisa bekerja sama dengan Rumah Kenari untuk penyaluran, juga untuk sharing bareng. Siapa tahu, ke depan masyarakat Kampung Sewu ingin bikin rumah baca/perpustakaan kampung. Atau mungkin bagian dari ‘CSR’ Komunitas Bengawan, menginisiasi kemunculan rumah-rumah baca di kawasan slum dan sebagainya.

Btw, jangan salah paham lagi. Wetiga yang sedang dalam persiapan, nantinya juga akan disiapkan sebagai rumah baca, bekerja sama dengan BacaBuku. Tapi untuk rumah baca yang ini, saya mengandalkan sumbangan dari teman-teman di Jakarta dan berbagai kota. Ada dua penerbit yang siap ngirim maisng-masing 50 judul untuk Wetiga-BacaBuku. Seandainya ada buku yang dobel, bisa kami sumbangkan sekalian lewat Komunitas Bengawan.

Kalau tertarik, mari kita ramaikan. Banyak saudara kita yang ‘terbelakang’ bukan lantaran keterbatasan otak, namun lebih karena akses terhadap bahan bacaan yang sulit. Satu Alumni Satu Buku (misalnya, tapi boleh beberapa buku), misalnya, bisa dijadikan alternatif untuk meramaikan gerakan membaca. Untuk alamat pengiriman, silakan teman-teman mengajukan diri.

Ada yang mendukung?

digagas oleh pakdhe blontank poer


Kopdar bengawan dengan majalah saudagar

January 16, 2009 by camagenta · 7 Comments
Filed under: Info Kopdar 

Kopdar komunitas Bengawan dengan majalah saudagar yang sifatnya mendadak ternyata juga mendapat respon yang luar biasa. Adalah bentuk silaturahmi ke dalam dan keluar yang cukup baik. Pertanyaan yang selalu harus menjadi kajian semua orang juga disentil oleh sang Saudagar meski dijawab secara perwakilan, tentunya jawaban inilah yang juga merupakan cerminan dari harapan kebersamaan atas sebuah komunitas, Bengawan.

Proses kita menjadikan Bengawan yang mengalir sampai jauh tentunya juga
harus dipersiapkan. Sekarang atau nanti hanyalah masalah kehendak saja.
Mengalir untuk senantiasa memberikan kebaikan, kemulian, dan kemanfaatan. Kita yang terpilih oleh waktu dan gerak laku kehendak untuk sebuah masterpiece kebaikan tentunya akan bersegera menjawab kesempatan ini. Bukan saatnya mempertanyakan ataupun mempertentangkan.

sebuah testimoni dari mas basuki, yang ikut kopdar kala itu.


Next Page »

  • Papan Iklan