Produk ESA GRAFIKA
Hay, silahkan lihat produk kami !!!
ESA grafika, di sini kami membuat tas tas unik. Kenapa unik ???
Dan yang pasti semua bisa dipesan dengan harga terjangkau, NDAK PAKE MAHAL !!!
PRODUK PRODUK KAMI
- Paper Bag dibikin dari bahan kertas ( fancy paper/ natural paper ) dengan printing Offset/ sablon bisa full collour atau one collour.
- Furing Bag dibikin dari bahan Spund Gum ( semi kain ) denan print sablon Variasi model, warna dan ukuran tergantung permintaan.
- Digital Bag dibikin dari bahan kombinasi Nillon D60 + MMT
FASSS Meet Up Region Jakarta @Monas
Dear FASSS Lovers,
Buat temen-temen Alumni STM 1 Solo, terutama yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, FASSS akan mengadakan FASSS Meet Up yang akan diadakan pada :
Hari / Tanggal : Sabtu, 31 Januari 2009
Waktu : Pkl. 19.00 – Selesai
Tempat : Di halaman Monas , Jakarta Pusat
Agenda : Kumpul bareng alumni STM 1 Solo Regional Jakarta
Contact Person : Dhamar ( ![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
021 91972655
, ![]()

![]()
![]()

![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
![]()
0813 9814 7842
)
Buat temen-temen regional jakarta dan disekitarnya kalo ada waktu dimohon kehadirannya, mari kita pererat tali silaturahmi demi kemajun bersama.

nunut narsis


Last week event
Banyak banget kegiatan sambilan selama presentasi ke SMA. Salah satunya adalah mencari kenalan anak SMA, eh, bukan ding, itu cuma sambilannya sambilan. Hehehe, nih yang bener hunting hotspot di SMA. Hummmm, ternyata jaman sekarang di SMA udah banyak yang pake hotspot yah. Dari beberapa SMA yang dikunjungi, SMAN 1 Wonogiri adalah lokasi hotspot “ter-maknyus” versiku. Sampai-sampai yang hotspotan ogah diajak pulang.
Selain itu, juga ada kegiatan sambilan lain, yaitu kuliner. Kuliner disini gak kayak kulinernya Pak Bondan lho, tapi kuliner ala mahasiswa, yaitu nyari gratisan. Wah wah wah... dasar,, pokoknya lokasi yang rumahnya deket dengan SMA yang dituju, harus menyiapkan sajen wat manusia-manusia kelaparan itu. Wal hasil, makanan yang berpiring-piring dan minuman berbotol-botol ludes dalam hitungan menit.
Acara pamungkas yaitu Try Out SMBB Telkom. Acara yang berlangsung di SMAN 1 Sukoharjo ini cukup lancar dan terkendali, meskipun masih di bawah target sih, tapi gak apa lah. Semua itu yang penting prosesnya.

Sebenarnya masih ada rencana kegiatan lain sih, yaitu pembubaran panitia sekaligus regenerasi pengurus Ikemas, namun karena faktor cuaca yang kurang mendukung, maka acara tersebut di tunda sampai di Bandung.
Link :
+) hasil try out
+) download pembahasan
Datang Tak Diundang, Pulang Tak Diantar

Penyambutan terhadap peziarah ditempatkan di Taman Kota Balekambang. Meski sudah hampir 1 tahun saya menetap di Solo, saya belum pernah tahu lokasi taman kota tersebut. Dengan bantuan beberapa teman blogger (Bengawan dan BHI) via telpon dan sms akhirnya ketemu juga tempat yang dimaksud. Kalo di Malang nama Balekambang adalah nama sebuah Pantai yang mirip dengan tanah lotnya Bali.

Menunggu 1 jam di lokasi membuat kami (saya dan suami) hampir putus asa, sebab waktu kami tidak banyak. Saat motor hendak meninggalkan lokasi, datanglah armada hijau yang berisi rombongan dari Surabaya. Sehingga saya mengurungkan untuk pergi. Setelah melihat satu persatu personel keluar dari mobil, yakinlah kalo mereka adalah blogger (TPC) dengan adanya sosok anang

Sebenarnya ada yang kurang dari kedatangan blogger dari Timur ini, yakni teman Globber yang saya angan2 dalam ziarah ternyata tak satupun yang ikut serta, secara dah kangen juga dengan mereka sejak kepindahan saya ke ranah Solo. Tapi tidak apa-apa, stiker bloggerngalam yang dibagikan kepada teman2 Bengawan sudah mengobati kekecewaan saya
Setelah mengikuti serangkaian ritual penyambutan peziarah, kemudian narsis sejenak. Mohon maaf kepada teman2 TPC dan Bengawan karena saya harus pamit duluan. Terima kasih oleh-olehnya dari TPC, buletin HI-TECHNEWS edisi terbaru

Ngeblog Juga…..
Akhirnya … kutekadkan niatku untuk mulai ngeblog. Seberapa pentingkah ngeblog ini, secara teori sih sangat berguna sebagai tempat kita menyimpan segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, tempat share apapun itu, dan pastinya bikin kita terkenal kayak artis…..he he he. Tapi apakah teori akan sesuai dengan kenyataan.
So, ayo kita mulai dari sini…..Bismillahirrahmanirrahim

Rumat Lambe Asu

- “Eh Mit, anak-anak BHI itu MUNA yah !”.
- “Maksudnya ?”.
- “Yah itu… katanya mereka adalah komunitas yang berangkat dari semangat KERE. Tetapi kalo ngumpul kok pada di Cafe/Mall, nenteng-nenteng LAPTOP, terus gak ada ngobrolnya karena mereka asyik AUTIS sendiri-sendiri”.
- “Hhmm…. Elo salah liat orang kali.”.
Percakapan diatas merupakan sedikit gambaran dari sebagian masyarakat terhadap Warga B-HI. Pandangan mereka tidak bisa disalahkan, dan tidak semuanya benar.
Saya sedikit tergelitik, oleh karenanya saya menurunkan postingan ini. Semoga teman-teman diluar sana akhirnya bisa memahami dan memahami siapa, apa, dan bagaimana Warga B-HI itu.
Kumpulan Warga B-HI bermula dari para penghuni kos di Kebon Kacang II yang notabene bereka adalah kaum urban yang sedang berusaha untuk mencari peruntungan di Ibu Kota. Diantaranya adalah : Bahtiar, Syaiful, dan Nanang. Kebetulan mereka bertiga adalah Alumni dari sebuah Perguruan Tinggi di kota Yogyakarta.
Kehidupan kota Jakarta yang serba cepat, ditambah beban pekerjaan sehari-hari, dan biaya hidup yang mahal, membuat mereka merindukan saat-saat hidup di kota Yogya dengan segala keramah-tamahan, kemurahan, serta ritme yang santai.
Merekapun mulai mencari-cari sebuah tempat yang nyaman dan GAK PAKE MAHAL. Setelah berkeliling keberbagai tempat, akhirnya ditemukanlah daerah / kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Pertimbangannya adalah, karena dikawasan tersebut merupakan salah satu jantung kota Jakarta. Selainnya, karena dekat dengan tempat kos mereka. Lalu, waktu dan haripun dicari yang cocok dengan mempertimbangkan jam kesibukan mereka.
Kemudian merekapun mulai bersosialisasi dengan sekitar, selainnya mereka menuliskan kegiatan mereka tersebut kedalam BLOG masing-masing. Gaung Bersambut, lama-kelamaan mulailah berdatangan teman-teman yang bertujuan sama dengan mereka. Hingga sekian lama, maka semakin ramailah kumpulan mereka itu.
Dan kini setelah sekitar 2 tahun, nama kumpulan merekapun sudah cukup dikenal oleh masyarakat. Tidak hanya dikalangan para BLOGGER, merekapun mulai dikenal oleh masyarakat di dalam maupun di luar negeri. Apalagi setelah beberapa kegiatan sosial ditulis dan diposting oleh para anggota serta partisipan di daerah lain. Juga tidak ketinggalan, Mass Media Cetak dan Elektronikpun banyak yang meliputnya.
Pada dasarnya, mereka tidak pernah membentuk sebuah Struktur Organisasi. Jumlah anggotapun TIDAK TERHINGGA. Siapapun boleh menganggap mereka sebagai Warga B-HI tanpa dipungut KEWAJIBAN apapun seperti Struktur Organisasi pada umumnya.
Siapapun anda, Apapun jabatan anda, Bagaimanapun status sosial anda. Di dalam lingkungan warga B-HI semuanya bebas untuk ikut bergabung dan berkumpul bersama. Selama anda TIDAK berusaha untuk mempengaruhi dan atau menghasut dan atau mengajak rekan-rekan lain untuk berbuat melawan dan atau melanggar ketentuan HUKUM, ATAU berusaha untuk memasukkan dan atau mempengaruhi sebuah IDEOLOGI maupun Keyakinan apapun, ATAU mencelakai dan atau menciderai dan atau menyakiti rekan lainnya.
Inti dari kumpul-kumpul/nongkrong/cangkrukan di B-HI adalah :
“BERSOSIALISASI dan BERSILAHTURAHMI dalam suatu KEBERSAMAAN dengan lingkungan KEKELUARGAAN”, serta sesekali melakukan/melaksanakan kegiatan sosial yang sudah disepakati bersama dalam suatu musyawarah.
Kembali pada percakapan diawal tulisan. Bisa jadi apa yang sudah dilihat oleh seorang kawan itu, sedikit ada benarnya.
- Karena warga B-HI itu berasal dari berbagai kalangan, termasuk kalangan Eksekutif Muda.
- Cafe, Mall, Warung, dll, bisa menjadi tempat berkumpul alternatif diluar waktu yang sudah ditentukan (Juma’t Malam jam 10 malam).
- Notebook, Laptop, HP, dan alat elektronik lain, hanya merupakan alat bantu untuk menginformasikan kegiatan atau pekerjaan.
- Di kota Jakarta, bukan hanya warga B-HI saja yang menjadi satu-satunya komunitas Blogger (ada id-GMail, kopdar jakarta, dll).
- Warga B-HI bukanlah komunitas Blogger, karena tidak semua warga punya BLOG. (Buktinya, dalam 2 kali Pesta Blogger, Warga B-HI tidak pernah sekalipun diucapkan / diperkenalkan / disebut sebagai komunitas Blogger).
Sekiranya demikianlah gambaran saya mengenai warga B-HI. Untuk lebih memahami dan mengerti APA dan BAGAIMANA warga B-HI yang sesungguhnya, silahkan anda untuk datang, melihat, dan bergabung bersama mereka di : Depan (emperan) Hyaatt/Plaza Indonesia. Setiap JUMAT MALAM, mulai JAM 10 MALAM - UNTIL DROP.
Tidak ada hidangan istimewa selain minuman hangat dari MBOK BAKUL yang selalu setia menunggui kami hingga kami bubar. Membawa makanan dan minuman dari luar untuk dimakan sendiri ataupun rame-ramepun diperbolehkan. POKOKNYA, buatlah diri anda sebebas, seaman, dan senyaman mungkin. Bila sudah bosan, bolehlah anda mengundurkan diri.
NB :
Rumat Lambe Asu = cangkRUkan juMAT maLAM BEbas, Asyik, dan Syantai. SU…..!!
(Istilah ini BUKAN istilah resmi dari warga B-HI, melainkan sebuah istilah yang saya karang sendiri untuk menyebut kegiatan kumpul-kumpul mereka).
.::he509x::.
Datang Tak Diundang (tapi) Pulang Diantar/jemput
Datang tak diundang, pulang tak diantar dan dijemput. Itulah ImanBrotoseno dan kawan-kawan, yang klayaban ke Taman Andong, Yogya, lantas membawa kusir-kusir Andong itu ke Solo, Minggu (25/1) malam. Ada Antobilang dan empat kawannya, juga Tika yang tiba-tiba nongol bersama sejumlah kusir lain, saat kami asyik motret sembahyangan imlek di Klenteng Avalokitesvara, Pasar Gede.

ber-Iman tanda ber-Imlek
Kami pun lantas neruske laku, melanjutkan perjalanan dengan wedangan di angkringan Kemin di samping monumen pers. (Di angkringan Kemin itulah, pada Desember silam disepakati pembentukan Bengawan, komunitas blogger se-Surakarta). Di sana, kami ngobrol ngalor-ngidul seenak perut sambil menikmati wedang coklat-jahe-tape (ketan, bukan recorder).
Sedikitnya 22 gelas (10 di antaranya bekas coklat-jahe-tape) berserakan di atas tikar, alas tempat kami duduk-duduk sekitar dua jam itu. Asal tahu saja, Tika yang sebelumnya menganggap wedang tiga unsur itu ‘lucu’, akhirnya mencoba mencicipi wedang yang sudah kuminum. Diam-diam dia lahap ngalap berkah wedang sisaku, sampai akhirnya sebagai Wong Solo, aku harus ‘tahu diri’ pada tamunya. Maka, aku memesan segelas lagi, wedang yang sama…..

TikaBanget, ImanBrotoseno dan....... Minuman yang berserakan!
Malam itu, kami tak kemana-mana. Cuma kembali ke losmen Jayakarta di samping kiri Stasiun Balapan, tempat Iman dan para kusir menginap (dan hampir kehilangan monopod tjap Velbon).
Perjalanan keliling Surakarta dilanjutkan pada Senin siang. Diawali makan siang di warung thengkleng Bu Gondo di belakang Stadion Manahan, kami lalu menengok Taman Balekambang. Sejenak di sana, perjalanan diteruskan dengan foto-fotoan di tepian Bengawan Solo, di Jurug.
Dony yang menyusul kami ke Jurug hanya kebagian sesal. Gelap langit yang membayang cepat berubah menjadi air tumpah. Deras! Semua berlarian mencari tempat teduh milik pedagang kakilima, lantas bergegas masuk mobil dan pergi (meninggalkan Dony)!
Aku mengantar Antobilang dan tiga kusir andong ke Stasiun Balapan. Kusir-kusir lainnya, pulang ke Yogya naik mobil sekalian membajak Iman Brotoseno. Begitulah, mereka datang tak diundang, tapi perginya ada yang diantar dan dijemput.
Ini adalah rombongan tamu kedua Bengawan yang tak sempat menikmati dimuliakan oleh tuan rumah. Sebelumnya, rombongan peziarah Wali Blogger telantar di Balekambang. Hanya Andi, Kurnia, Dony dan Panjul (pemandu wisata agar orang mau dolan ke Solo), Irfan, Ngatini dan aku (datang tapi terlambat) yang sempat menyambut rombongan Gajah Pesing itu.
Tapi, begitulah. Seperti kalimat pendek yang sering tertera pada akhir surat-suratan jaman dulu (entah itu kartu pos atau surat seorang anak kos kepada ayah-ibunya), kami mengucapkan: harap maklum!
Bukan sok sibuk atau sengaja menghindar dari teman-teman TPC dan para kusir andong yang sudah keraya-raya, bersusah payah meluangkan waktu untuk berkunjung ke Solo. Kebetulan, kebanyakan tean-teman sedang mudik, sibuk bikin skripsi dan sebagainya.
Harap maklum…. sekali lagi, nyuwun pangapunten tidak bisa memuliakan Anda sekalian (padahal dalam Islam, seorang tamu berhak atas jamuan selama tiga hari berturut-turut, lho).
Sampai jumpa lagi saudara-saudaraku……………………………………..
ZIARAH WALI BLOGGER dan BENGAWAN
Rombongan Ziarah Wali Blogger akhirnya singgah di kota Solo. Agak molor sedikit dari jadwal, Sabtu (24/01) sekitar pukul 2 siang, kota Solo dengan komunitas blogger BENGAWAN adalah kota ke empat yang disinggahi rombongan Ziarah Wali Blogger. Mendung yang menggelayut dan gerimis yang membelai pada sore itu tidak menyurutkan nyali cah-cah BENGAWAN untuk menyambut saudara mereka arek-arek blogger Warok sebagai peserta rombongan dan TPC sebagai pelaksana Ziarah Wali Blogger, di Taman Balekambang Solo. Suka cita, canda tawa yang gegap gempita, ditingkahi pisuhan-pisuhan persahabatan mencairkan suasana persaudaraan yang terbangun begitu indah.
Peziarah Singgah di Tepian Bengawan

Belasan peziarah baru saja singgah di tepian Bengawan Solo. Mereka yang menamakan diri Peziarah Wali Blogger itu dipimpin duo-lucu, Gajahpesing dan Anang. Jadwal mereka amat padat, sehingga sejenak waktu yang diluangkan bertemu teman-teman di Solo, pun singkat. Tak cukup untuk melepas penat.
Saya datang terlambat, sementara Dony, Andy MSE, Panjoel, Irfan dan Kurnia yang sudah lebih dahulu datang, termehek-mehek menemani peziarah yang rata-rata bengal dan senang cengengesan (tapi mereka serius dalam ber-Tuhan. Sebelum meneruskan perjalanan menemui blogger Jogja, mereka sempat ribut mencari masjid terdekat).
Sayang, pertemuan hanya sesaat. Kami tak sempat menjamu layaknya memperlakukan tamu kehormatan. Bahkan dengan basa-basi ala Solo (yang murah dan gampang) pun tak sempat. Ya sudah, mau bagaimana lagi…..
Yang jelas, Komunitas Bengawan cukup senang dan berbangga disapa. Apalagi, pada diri peziarah itu, tak hanya mengalir darah juang kaum muda. Lebih dari itu, semangat kepahlawanan Arek begitu terasa dalam diri blogger-blogger Jawa Timuran itu.
Sam, sepurane, ya… Awak-awak gak iso nyenengno koen-koen kabeh…….

