SURAT TERBUKA

Ruang Publik yang biasa kami pakai untuk kumpul-kumpul setiap Jum’at Malam di Emperan Plaza Indonesia, akhirnya DI GUSUR dengan alasan yang tidak jelas. Tidak hanya kami, melainkan semua orang yang biasanya bisa bersantai-santai di emperan tersebut di usir oleh aparat dari Plaza Indonesia. Dari pagi hingga malam, minimal ada satu aparat yang berjaga-jaga disana untuk mengusir orang-orang yang ingin beristirahat di marmer coklat yang indah itu.
Kami pernah ingin menanyakan permasalahan kepada pihak manajemen PI kenapa emperan tersebut sudah tidak bisa dipakai kembali sebagai ruang publik bagi masyarakat. Sampai-sampai 2 (dua) orang rekan kami yang masuk kedalam Plaza Indonesia tidak bisa menemui Pihak Manajemen maupun Kepala Security, karena katanya mereka sedang tidak berada di tempat. Saat itu (Jum’at 29 Februari 2009) kami sedang kedatangan wartawan dari KOMPAS yang ingin wawancara mengenai kegiatan kami. Dan akhirnya masalah pengusiran ini sedikit disinggung dalam tulisannya (Minggu, 1 Maret 2009).
Pada Jum’at malam kemarin rekan-rekan yang berkumpul di sana mengalami pengusiran kembali. Meski sempat ditanya kenapa dan atas kebijakan siapa, namun bapak aparat tersebut tidak bisa memberikan jawaban pasti. Kami memaklumi, beliau adalah alat kepanjangan tangan dari pihak manajemen. Dan memang seharusnya pihak manajemen lah yang harus memberikan keterangan sejelas-jelasnya mengenai PELARANGAN MEMAKAI RUANG PUBLIK yang sejak dahulu sudah menjadi singgahan bagi orang-orang yang ingin beristirahat. Dan karena tempat tersebut sudah menjadi Ruang Publik, sebaiknya untuk pelarangan tersebut mereka harus mengumumkannya di mass media atau papan pengumuman.
Apabila sebelumnya ada pemberitahuan dan memang kuat unsur serta dasar hukumnya, kamipun dengan sukarela tidak akan mempermasalahkannya. Dan akhirnya, seorang rekan kamipun memberanikan diri untuk mengirimkan sebuah tulisan SURAT PEMBACA dan di muat oleh KORAN SEPUTAR INDONESIA (SINDO) hari ini (SELASA 31 Maret 2009), halaman 7, berjudul : RUANG PUBLIK UNTUK KAMI?
Demikian sedikit permasalahan yang kami hadapi. Sebagian orang-orang yang biasa singgah di emperan tersebut selepas kerja atau sekedar ingin melihat-lihat air mancur Bunderan Hotel Indonesia pasti mempunyai perasaan dan pertanyaan yang sama. Oleh karena itu, jika rekan-rekan membaca tulisan ini, saya atas nama pribadi memohon bantuannya dalam bentuk apapun juga agar kami semua sesegera mungkin bisa mendapat jawaban dari pihak Manajemen Plaza Indonesia mengenai RUANG PUBLIK YANG TERGUSUR ini. Bantuan bisa berbentuk apapun, yang penting teman-teman IKHLAS dan BUKAN dalam bentuk Anarkhis.
Kepada Pihak Manajemen Plaza Indonesia, saya mohonkan jawaban atau alasannya di beritakan melalui Mass Media, agar kami semua bisa memahami akar permasalahannya.
Sekian Terimakasih.
-MaNongAn-
.::he509x™::.
[Lensa] Penjual Minyak Tanah Keliling

Minyak tanah yang semakin langka, menginspirasi sebagian orang mendistribusikannya dari rumah ke rumah. Pasca konverasi ke gas, minyak tanah sulit ditemui di Solo. Antrean pembeli sering terjadi di berbagai pangkalan minyak tanah.
Mari Makan
Cerita pendek banget Gusmel RiyadhJemput aku sekarang di Pos Polisi Gladak,
seberang pintu masuk ke Keraton.
Penerima:
S@yAnx
+6285725669685
***
Jalan Slamet Riyadi 16.46
Aku juga heran, kenapa warung sebanyak itu tetap saja ada yang membeli ya? Padahal di Solo ini ada ribuan warung lesehan seperti di seberang jalan itu. Benar kata pakdhe, orang-orang itu golongan kawula ilat.
Kau dari mana? Perempuan tak baik pergi sendirian. Apalagi malam minggu begini. Mubadzir namanya. Tuhan bilang kan manusia itu berjodoh-jodoh dan kalau kau pergi sendirian itu berarti kau tak memanfaatkan fasilitas yang telah Tuhan berikan. Apa kau tak takut? Sekarang kan sedang musim pembunuhan. Orang makan orang.
Kau tinggal di mana? Aku mungkin akan tidur di sini. Tadi orang-orang aneh dalam kereta mengusirku tiba-tiba. Kata mereka, bau buntalan yang aku bawa sangat menggangu. Aku bilang mereka yang sok bersih, padahal hati dan otaknya lebih busuk dari pada bau buntalanku. Tapi aku kalah jumlah sama mereka. Mereka minta masinis menghentikan kereta, dan aku di lempar ramai-ramai. Jadilah aku sampai di sini mendekam sendirian.
Tadi kereta terakhir, sebab jurusan Solo-Wonogiri hanya jalan dua kali. Sebenarnya mereka mengizinkan aku tetap di dalam kereta asal buntalan ini aku buang. Aku bilang, aku butuh makan tapi mereka tak mau peduli.
Aku tak bisa meninggalkan kepercayaan kepada siapa pun. Sebab mereka yang kau lihat saat ini tak ada satu pun yang benar-benar bisa ku percaya sebagai manusia. Manusia yang sebenarnya adalah makhluk seperti aku yang hanya membutuhkan makan. Sebab, begitulah sebenarnya tujuan manusia diciptakan. Sebagaimana predator lain, manusia berkewajiban menjadi penyeimbang kehidupan. Biar kiamat tetap datang sebagaimana mestinya.
Kemarin ada orang berkaos merah hati bertuliskan ‘Nirvana’ bergambar tengkorak ber-blangkon. Aku kepingin kaos itu. Aku minta kepada dia baik-baik, tapi di malah membentak. Aku bunuh saja dia.
Kau sudah makan? Kalau kau mau aku bisa berbagai makanan denganmu. Ini silakan.
Hei…!!!
Kenapa kau lari? Dasar perempuan aneh.
Dia duduk bibir taman dekat rel, sebelum lampu merah pertama dari sini. Dia berkaos merah hati bertuliskan ‘Nirvana’ bergambar tengkorak ber-blangkon Tangan kirinya mendekap bungkusan yang sangat menyengat baunya. Dia bilang itu makanannya. Saya lari ketika dia menawarkan makan. Waktu itu saya hanya sempat melihat tulang-tulang berukuran manusia dan bekas darah di kain pembungkusnya.***
Karanganyar, 6 September 2008
Blog dan Saya
Blog adalah ruang pribadi yang saya ciptakan dengan batasan seenak saya. Saya bebas melakukan apapun, saya isi blog dengan berbagai macam hal, mulai dari hal kecil sampai hal besar, membuat masalah atau menyelesaikan masalah, berpendapat atau mengkritik suatu hal. Semuanya bisa saya lakukan dan menjadi tanggung jawab saya sebagai pemilik blog. Gugatan dan kecaman yang tertuju [...]
ngepyurke UYAH lan SEGO sak kepel
solo digoyang badai, begitu tulis beberapa media memberitakan hujan angin yang menerpa Solo, Rabu, 25 Malam. Hujan waktu itu memang di luar kebiasaan. Hujan (air )tentunya, ditambah angin yang kencang lalu awan yang kedap kedip laksana lampu diskotek yang menggoyang SOLO. Suasana bertambah heboh tatkala listrik PLN juga padam. Gelap, ditemani sepi menyapu SOLO di malam itu, laksana hendak menyapa setiap manusia untuk mendengarkan bisikan Sang Ilahi.Pengalaman warga Solo tentulah berbeda-beda. Ada yang sedang di dalam rumah, di rumah teman, di toko, di jalan, di warung makan, atau sedang di dalam kamar mandi. Pengalaman yang sama itu dimaknai secara berbeda oleh berbagai orang dalam kapasitasnya masing-masing.Salah seorang yang ingin kuceritakan adalah pengalaman SIMBAH, sebut saja X dan Bapak sebut saja Y.
Pada saat angin dan hujan menerpa rumahnya, Mbah X dan PakDhe Y langsung berlari ke dapur dan mengambil garam satu genggaman tangan dan nasi satu genggaman tangan. Garam (uyah) dan Nasi (Sega) itu disebarkan di depan rumah sambil berseru hus hus hus hus, lunga lunga lunga lunga...
Menurut mereka berdua, yang mereka lakukan itu sudah dipesankan oleh para leluhur bahwa bila ada hujan dan angin serta lampu padam, segera sebarkan garam dan nasi di depan rumah, dengan harapan hujan dan angin segera berlalu.
Pertanyaanku : mengapa ?
Kata simbah dan PakDhe, saya percaya saja bahwa angin ribut disertai hujan ini bukan semata siklus alam tetapi juga melibatkan sesuatu yang melampauinya. Entah kita namai apa, tetapi SIMBAH dan PAKDHE menyebutkan Yang Ilahi.
Pertanyaan manusia modern : apa artinya menyebar Garam dan Nasi ? Apa hubungannya dengan angin ribut dan hujan ? Apa pengaruhnya ? Bisakah menghentikan hujan dan angin ? AH, takhayul belaka !!
Benarkah semudah itu? Bukankah nenek moyang mengatakannya sebagai hasil refleksi selama beratus tahun ? Lalu mengapa garam dan nasi ? pertanyaan terus berlanjut, ....
satu hal yang kuyakin, ini local wisdom nenek moyangku, MBAH BUYUT, MBAH MBAH APA TEGESE ?
Magic of Communication
Untuk berkomunikasi, kita harus selalu mengutamakan hal-hal positif. Karena dengan hal-hal positif, pikiran kita akan terangsang untuk melakukan hal-hal yang positif pula, menambah semangan dan kepercayaan diri. Namun sebaliknya, apabila kita memikirkan hal yang negatif, otak kita juga akan selalu mengunci hal itu. Pikiran kita tidak akan berkembang dan sugesti buruk itu akan tetap menjadi batas atas dalam pikiran kita.
Pada dasarnya, sistem komunikasi bisa dilakukan dengan tiga metode, yaitu secara visual, auditoria dan kinestetik/rabaan. Tiap orang mempunyai kriteria yang berbeda terhadap tiga hal tersebut. Ada orang yang cenderung bersikap visual, auditoria ataupun kinestetik. Walaupun demikian, masing-masing orang memiliki ketiga kriteria tersebut, dan ada satu kriteria yang paling menonjol diantara ketiganya. Dan kriteria ini pun dapat berubah ketika orang menempati suatu lokasi yang mengharuskannya menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana dia berada. Pada pertemuan kali ini juga dibahas bagaimana cara menentukan kriteria seseorang dalam berkomunikasi.
Pada orang yang mempunyai kecenderungan komunikasi secara visual, biasanya dia selalu melakukan kontak mata saat berkomunikasi dan posisinya tidak terlalu dekat karena lebih nyaman untuk melihat. Saat memikir, dia lebih cenderung untuk melihat keatas. Orang yang mempunyai kriteria ini juga lebih nyaman mengungkapkan pendapatnya dengan menggunakan bahasa penglihatan ataupun membuat coretan.
Orang yang berkecenderungan berkomunikasi secara auditoria berbeda dengan orang visual. Orang auditoria lebih mengutamakan indra pendengaran dan lebih senang dekat dengan lawan bicara karena akan lebih memperjelas apa yang didengarnya. Orang tipe ini sangat detail dalam mendengar apa yang diucapkan lawan bicara dan akan mengingatnya secara baik. Dia akan mengungkapkan pendapatnya dengan bahasa yang cenderung menggunakan suara.
Orang kinestetik atau peraba juga memiliki kriteria tersendiri. Orang tipe ini akan cenderung melihat kebawah apabila berbicara. Dia akan sangat mengutamakan kenyamanan dalam berpakaian. Dia juga hanya akan membuat keputusan apabila dirinya sudah merasa mantap dan benar-benar pas akan hal yang akan dia putuskan. Dalam mengungkapkan pendapat, orang tipe ini lebih mengandalkan bahasa perasaan ataupun perabaan.
Dalam berkomunikasi juga sangat diperlukan teknik pacing-leading. Orang akan cenderung untuk me nyamakan posisi dalam berkomunikasi. Penyamaan posisi tidak hanya posisi badan dalam berbicara, namun juga menyamakan suara, menyamakan karakteristik lawan bicara ataupun mirroring(mengambil arah yang berlawanan). Selain itu, bisa juga kita menyamakan gaya bicara, hoby ataupun kultur daerah dari lawan bicara kita. Teknik ini sangat baik untuk melakukan pendekatan diri kepada seseorang, sehingga kita akan lebih akrab dengan lawan bicara dan pembicaraanpun akan semakin nyaman.
knapa harus ragu-ragu…..
sikap ragu-ragu, muncul ketika neraca timbangan kita lebih berat kearah kegagalan dari pada kearah keberhasilan. banyak orang lebih suka membicarakan kegagalan yang akan muncul dari pada keberhasilan yang akan didapat (bahasa kerennya pesimistis).padahal kita tidak akan pernah bertindak jika selalu berfikir neraca timbangan kegagalan lebih berat dari pada timbangan keberhasilan.Kita manusia
Perkalian Dua Bilangan dengan Angka Puluhan yang Sama
Biar otak gak beku karena rutinitas, mari kita mencoba me-review kembali aritmatika.
Di bawah ini adalah beberapa persamaan yang bisa digunakan untuk perhitungan perkalian dua buah bilangan (atau kuadrat, jika kedua bilangan adalah sama), yang besarnya di bawah 100.
- Persamaan Perkalian Dua Bilangan #1:
Ada dua bilangan dengan angka puluhan yang sama (misalkan ada angka 23, maka puluhan=2, satuan=3) yang dikalikan. Misalkan keduanya memiliki angka angka puluhan “a”, serta “b” dan “c” untuk satuannya, sehingga bilangan pertama adalah “(a+b)” serta bilangan kedua adalah “(a+c)”.a+b)*(a+c)
= a*a + a*b + a*c + b*c
= a*(a+b+c) + b*c
= ( (a+b) + c ) * a + b*c
Dari persamaan pertama ini, maka “(a+b)” adalah bilangan pertama ditambah dengan “c” sebagai satuan bilangan kedua, dikalikan “a” sebagai puluhannya, kemudian ditambah dengan perkalian kedua satuan (“b*c”).Misalkan ada angka 22 dan 27 (a=20, b=2, c=7, a+b=22):
22*27 = (22 + 7) * 20 + 2*7 = 29*20 + 14 = 580 + 14 = 594
Perhatikan angka puluhannya, itu digunakan sebagai pengali
12*13 = (12+3)*10 + 6 = 15*10 + 6 = 150 + 6 = 156
18*17 = (18+7)*10 + 56 = 25*10 + 56 = 300 + 56 = 306
22*23 = (22+3)*20 + 6 = 25*20 + 6 = 500 + 6 = 506
32*33 = (32+3)*30 + 6 = 35*30 + 6 = 1.050 + 6 = 1.056
52*53 = (52+3)*50 + 6 = 55*50 + 6 = 2.750 + 6 = 2.756
98*97 = (98+7)*90 + 56 = 105*90 + 56 = 9.450 + 56 = 9.506
Rumit?
Persamaan itu akan sangat bermanfaat untuk angka belasan.
Misalkan perkalian antara 12 dan 1712*17 = (12+7) * 10 + 2*7 = 19*10 + 14 = 190 + 14 = 204
- Persamaan Perkalian Dua Bilangan #2:
Sekarang, misalkan kedua bilangan disimbolkan dengan “(a-b)” dan “(a-c)”, maka misalkan ada bilangan 18, berarti (20-2), atau “(a-b)” dengan “a=20″ dan “b=2″.(a-b)*(a-c)
= a*a – a*c – a*b + b*c
= a*(a-b-c) + b*c
= ( (a-b) – c ) * a + b*c
Dari persamaan kedua, maka “(a-b)” adalah bilangan pertama dikurangi dengan “c” sebagai satuan bilangan kedua, dikalikan “a” sebagai puluhannya, kemudian ditambah dengan perkalian kedua satuan (“b*c”).Misalkan ada angka 22 dan 27, dengan 22=30-8 dan 27=30-3 (a=30, b=8, c=3, a-b=22):
22*27 = (22 – 3)*30 + 8*3 = 19*30 + 21 = 570 + 24 = 594
Hasilnya sama dengan hasil perhitungan dengan persamaan pertama
Rumit?
Persamaan itu akan sangat bermanfaat untuk angka yang mendekati angka 100.
Misalkan perkalian antara 92 dan 97 (di sini angka puluhan di atasnya adalah 100)92*97 = (100-8)*(100-3) = (92-3)*100 + 8*3 = 89*100 + 24 = 8.900 + 24 = 8.924
- Persamaan Kuadrat Suatu Bilangan
Sekarang, jika kedua bilangan yang dikalikan adalah sama, dengan kata lain menghitung kuadrat suatu bilangan:(a+b)*(a+b)
= ( (a+b) + b ) * a + b*b
Dari persamaan ketiga ini, maka sebagai bilangan yang hendak dikuadratkan, “(a+b)” ditambah dengan “b” sebagai satuannya, dikalikan “a” sebagai puluhannya, kemudian ditambah dengan kuadrat satuannya (“b*b”).Misalkan angka 27 hendak dikuadratkan (a=20, b=7):
27*27 = (27 + 7) * 20 + 7*7 = 34*20 + 49 = 680 + 49 = 729
Jika diterapkan di angka yang lain:
17^2 = (17 + 7) * 10 + 7^2 = 24*10 + 49 = 240 + 49 = 289
34^2 = (34 + 4) * 30 + 4^2 = 38*30 + 16 = 1.140 + 16 = 1.156
61^2 = (61 + 1) * 60 + 1^2 = 62*60 + 1 = 3.720 + 1 = 3.721
99^2 = (99 + 9) * 90 + 9^2 = 108*90 + 81 = 9.720 + 81 = 9.801
Atau jika hendak mengembangkan penggunaan persamaan yang kedua:(a-b)(a-b)
= ( (a-b) – b ) * a + b*b
Dari persamaan keempat ini, maka sebagai bilangan yang hendak dikuadratkan, “(a-b)” dikurangi dengan “b” sebagai satuannya, dikalikan “a” sebagai puluhannya, kemudian ditambah dengan kuadrat satuannya (“b*b”).Misalkan angka 27 hendak dikuadratkan (a=30, b=3):
27*27 = (27 – 3) * 30 + 3*3 = 24*30 + 9 = 720 + 9 = 729
Pilihan penggunaan dan pengembangan antara rumus pertama dan kedua dapat dipertimbangkan berdasar kerumitan angkanya. Misalkan dengan angka belasan akan lebih sederhana menggunakan pengembangan persamaan pertama (persamaan ketiga), sedangkan jika mendekati 100 akan lebih sederhana menggunakan pengembangan persamaan kedua (persamaan keempat).17^2 = (17 + 7) * 10 + 7^2 = 24*10 + 49 = 240 + 49 = 289
99^2 = (99 – 1) * 100 + 1^2 = 98*100 + 1 = 9.800 + 1 = 9.801
- Persamaan Kuadra Bilangan Bersatuan “5″:
Untuk bilangan yang memiliki satuan “5″, misalkan “15″ dan “95″, maka persamaan ketiga dapat dikembangkan persamaan berikut:
(a+b)*(a+b)
= ( (a+b) + b ) * a + b*b
= a * ( a + b + b) + b*b ; b = 5
= a * ( a + 5 + 5) + 5*5
= a * ( a + 10) + 25 Dari persamaan kelima ini, maka puluhan bilangan tersebut dikalikan dengan puluhan yang ditambah dengan 10, atau “a*(a+10)”, kemudian ditambah 25.Atau jika hendak mengembangkan dari persamaan keempat,
(a-b)*(a-b)
= ( (a-b) – b ) * a + b*b
= a * ( a – b – b) + b*b ; b = 5
= a * ( a – 5 – 5) + 5*5
= a * ( a – 10) + 25
Dari persamaan kelima ini, maka puluhan bilangan tersebut dikalikan dengan puluhan yang dikurangi dengan 10, atau “a*(a-10)”, kemudian ditambah 25.95^2 = 90*(90+10) + 25 = 90*100 + 25 = 9.000 + 25 = 9.025
85^2 = 80*(80+10) + 25 = 80*90 + 25 = 7.200 + 25 = 7.225
45^2 = 40*(40+10) + 25 = 40*50 + 25 = 2.000 + 25 = 2.025
15^2 = 10*(10+10) + 25 = 10*20 + 25 = 200 + 25 = 22595^2 = 100*(100-10) + 25 = 100*90 + 25 = 9.000 + 25 = 9.025
85^2 = 90*(90-10) + 25 = 90*80 + 25 = 7.200 + 25 = 7.225
45^2 = 50*(50-10) + 25 = 50*40 + 25 = 2.000 + 25 = 2.025
15^2 = 20*(20-10) + 25 = 20*10 + 25 = 200 + 25 = 225
Ringkasan:
- Perhitungan praktis untuk perkalian angka belasan
(a+b)*(a+c) = ( (a+b) + c ) * a + b*c - Perhitungan praktis untuk perkalian angka mendekati 100
(a-b)*(a-c) = ( (a-b) – c ) * a + b*c - Perhitungan praktis untuk pengkuadratanangka mendekati 10
(a+b)^2 = ( (a+b) + b ) * a + b*b - Perhitungan praktis untuk pengkuadratanangka mendekati 100
(a-b)^2 = ( (a-b) – b ) * a + b*b - Perhitungan praktis untuk pengkuadratan dengan angka satuan 5
(a+5)^2 = a * (a+10) + 25
(a-5)^2 = a * (a-10) + 25
Demikian.
High End Butuh Dana 2M
Hitung-hitungan bisnis tempat futsal memang tidak murah. Perlu dana minimal 1M untuk membuat sarana dan prasarana yang terbilang kelas medium. Seperti yang diungkapkan Steven Indrawan, B. Eng, dirinya menghabiskan hampir 2M untuk membuka usahanya. Tidak tanggung, dia memilih kelas high end dalam mendirikan Coppa Futsal miliknya.“Di Coppa kami memiliki tiga lapangan yang masing-masing menggunakan rumput sintesis dari Italia. Masing-masing lapangan menggunakan lampu halogen berkekuatan 1500 hingga 2000 watt,” ujarnya. “Pemakaian lampu ini yang merupakan salah satu poin biaya besar dalam operasional kami,” imbuhnya
Dana 2 M tersebut masih berupa bangunan dan peralatan pendukung di dalamnya. Untuk tanah, Steven memakai milik keluarga yang tidak dipakai. Lokasi Coppa Futsal berada di jalan Slamet Riyadi 153 Solo yang masih terhitung jantung kota.
“Satu meter persegi tanah di sini, harga pasarnya sudah 15 juta,” ungkap Steven.
Nilai impas atau Break Even Poin (BEP) bisnis ini sebenarnya tidak terlalu lama. Bila animo masyarakat di sekitar tempat usaha cukup tinggi, BEP bisa diraih dalam kurun tiga tahun.
“Pasar di Solo tidak seramai di Jakarta. Di Jakarta, dengar-dengar, bisa BEP paling lama dua tahun,” kata Steven. “Coppa sendiri sepertinya BEP-nya agak mundur dari yang saya perkirakan dalam kurun tiga tahun,” tambahnya.
Tarif Sewa Lapangan Futsal Beragam
Bisnis sewa tempat futsal, bukan barang baru lagi. Keberadaannya sudah menjamur. Animo masyarakat terhadap sepakbola mini ini makin kentara. Berbagai lapisan bisa menjangkau.Futsal sebenarnya sudah dikenalkan sejak 1999 silam. Hanya saja mulai marak di Indonesia pada 2003 lalu. Apalagi dengan sulitnya mencari tempat lapang untuk main sepakbola sekarang ini, menyewa tempat futsal menjadi alternatifnya.
“Tahun lalu (2008 –red) di Solo belum begitu terdengar tentang futsal. Sepakbola tahunya ya seperti pada umumnya, main di lapangan besar,” ujar Steven Indrawan, B. Eng, pemilik dan manajer Coppa Futsal, Solo.
Futsal seperti halnya sepakbola umumnya. Hanya saja memiliki lapangan lebih sempit. Menurut standar internasional, ukuran lapangan futsal adalah 27 x 17,5 m. Bola yang dipakai memiliki diameter lebih kecil dan memiliki volume lebih berat. Sepatu pun sedikit beda, yaitu tanpa pull di telapak kaki.
“Saya sarankan selalu menggunakan sepatu untuk perlindungan kaki. Ini sebagai antisipasi jika ada kecelakaan kecil saat bermain,” ujar Steven.
Bermain futsal cukup 2 x 15 menit. Setiap team memiliki lima pemain dan dipimpin seorang wasit. Aturan main sama seperti bermain sepakbola biasa. Hanya saja ada sedikit modifikasi pada beberapa hal, misalnya bola keluar lapangan, bola tidak dilempar melainkan ditendang.
“Kalau untuk permainan yang di dalamnya saling kenal, biasanya jumlah pemain tergantung kesepakatan mereka sendiri,” kata Steven yang menginvestasikan hampir 2M untuk usahanya.
Mencari lapangan futsal pun sekarang bisa menyesuaikan selera. Fasilitas yang diberikan tiap tempat futsal berbeda. Ada yang berbahan cor semen sebagai alas lapangan dan ada pula yang menggunakan rumput sintesis. Dalam rumput sistesis, lapisan terbawah adalah pasir. Di tengah ditaruh karet dan paling atas baru diberi rumput sintesis, agar tidak sakit sewaktu jatuh.
“Coppa sendiri menggunakan rumput sintesis. Kami mendatangkan rumput ini dari Italia. Bahannya seperti yang dipakai oleh stadion milik AC Milan,” jelas Steven.
Perbedaan bahan lapangan ini yang menyebabkan perbedaan tarif sewa per jamnya.
Lapangan dengan bahan cor semen, di Solo, bisa dikenakan tarif 50 hingga 70 ribu. Sedangkan bila menggunakan rumput sintesis, per jam bertarif 75 hingga 150 ribu. Itu pun biasanya team membaginya berdasarkan jumlah pemain yang datang. Jatuhnya pasti lebih murah untuk tiap pemain. Jadi tinggal menyesuaikan saja dengan isi kantong.
