Omong-Tumindak-Hasil

July 31, 2009 by lanangingjagat · Leave a Comment
Filed under: Aggregator 

Begini menurut pendapat saya lho ya…..

semua aktifitas itu awalnya begini Omong ==> Tumindhak ==> Hasil

Jadi kalo cuma berhenti di Omong ya jadinya Omong doang dan gak akan menemui hasil

Tapi kalo tiba-tiba langsung Tumindhak juga meskipun akan menemui hasil itupun kurang sempurna karena jadi tidak diketahui publik, dan akan menjadi bahan pertanyaan publik -maksudmu ki opo- atau bisa merubah niatan awal mksdnya disini Omong itu sebagai suatu bentuk niatan awal kita beraktifitas, jadi kalo tidak didahului Omong ki yo bisa merubah niat sewaktu-waktu (bahasane ki mencla-mencle) dan inipun tidak bagus

Kalo langsung berharap Hasil yo mendingan mimpi saja.

Jadi kalo memang sudah dimulai dengan Omong ya monggo dilanjutkan ke Tumindhak biar dapet Hasil. dan ini rumus yang saya definisikan sendiri (boleh ngomentari tp jangan protes) :

  • Omong gedhe Tumindhak gedhe tapi Hasile belum tentu gedhe
  • Omong cilek Tumindhak gedhe hasile insya allah gedhe
  • Omong gedhe Tumindhak cilek hasile cilek
  • Omong cilek Tumindhak cilek hasile cilek


Hasil Webometrics Juli 2009.. UNS Naik Lagi…….

July 31, 2009 by yudi · Leave a Comment
Filed under: Aggregator 

Kamis pagi jam berapa tepatnya saya kurang tahu, hasil webometrics yang telah di tunggu oleh beberapa universtias akhinya keluar juga. Webometrics ini adalah pemeringkatan universitas yang ada di dunia. Selain webometrics ada juga THES dan ARWU yang melakukan pemeringkatan universitas di dunia. Webometrics yang keluar tipa 6 bulan sekali ini melakukan perangkingan berdasarkan beberapa variable.

Ok, sekarang bagaimana mas Webometrics ini menentukan rangking universitas? Ada empat faktor utama yang menentukan rangking sebuah universitas, yaitu: Visibility (V), Size (S), Rich Files (R) dan Scholar (Sc). Formula penghitungan dan pembobotannya sendiri adalah seperti di bawah:

Webometrics Rank = (4xV) + (2xS) + (1xR) + (1xSc)

engkapnya kita lihat penjelasannya di bawah:

  • Visibility (V): Jumlah total tautan eksternal yang unik yang diterima dari situs lain  (inlink), yang diperoleh dari Yahoo Search, Live Search dan Exalead. Untuk setiap mesin pencari, hasil-hasilnya dinormalisasi-logaritmik ke 1 untuk nilai tertinggi dan kemudian dikombinasikan untuk menghasilkan peringkat.
  • Size (S): Jumlah halaman yang ditemukan dari empat mesin pencari: Google, Yahoo, Live Search dan Exalead. Untuk setiap mesin pencari, hasil pencarian dinormalisasi-logaritmik ke 1 untuk nilai tertinggi. Untuk setiap domain, hasil maksimum dan minimum tidak diikutsertakan (excluded) dan setiap institusi diberikan sebuah peringkat menurut jumlah yang dikombinasi tersebut.
  • Rich Files (R):  Volume file yang ada di situs Universitas dimana format file yang dinilai layak masuk di penilaian (berdasarkan uji relevansi dengan aktivitas akademis dan publikasi) adalah: Adobe Acrobat (.pdf), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) dan Microsoft Powerpoint (.ppt). Data-data ini diambil menggunakan Google dan digabungkan hasil-hasilnya untuk setiap jenis berkas.
  • Scholar (Sc): Google Scholar menyediakan sejumlah tulisan-tulisan ilmiah (scientific paper) dan kutipan-kutipan (citation) dalam dunia akademik. Data Sc ini diambil dari Google Scholar yang menyajikan tulisan-tulisan ilmiah, laporan-laporan, dan tulisan akademis lainnya.

berikut hasil pemeringaktan universitas di indonesia yang berhasil masuk top 6000 dunia.

peringkat Nama Perguruan Tinggi
indonesia dunia (jan-09) dunia (jul-09)
1 623 572 Universitas Gadjah Mada
2 676 727 Institute of Technology Bandung
3 906 1010 University of Indonesia *
4 2013 1080 Petra Christian University
5 1604 1126 Gunadarma University
6 2159 1617 Universitas Sebelas Maret
7 2672 1643 Airlangga University
8 1762 1849 Institut Teknologi Sepuluh Nopember
9 2063 2215 Bogor Agricultural University
10 2152 2590 Brawijaya University
11 xxxx 2685 Universitas Muhammadiyah Surakarta
12 3138 2779 Diponegoro University
13 xxxx 2791 Universitas Negeri Malang *
14 3347 2839 Indonesia University of Education *
15 1960 3017 Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
16 3821 3058 Universitas Islam Indonesia
17 2730 3142 Universitas Padjadjaran
18 4430 3276 Universitas Mercu Buana
19 3016 3303 Engineering Polytechnic Institute of Surabaya
20 3198 3446 Universitas Hasanuddin University
21 3950 3453 Universitas Udayana
22 xxxx 3468 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
23 xxxx 3565 Atma Jaya Yogyakarta University
24 4780 3642 Universitas Jember
25 3310 3968 Yogyakarta State University
26 3491 4084 Universitas Lampung
27 4394 4220 Universitas Katolik Parahyangan
28 xxxx 4406 Universitas Paramadina
29 xxxx 4568 Universitas Sriwijaya
30 3026 4713 Bina Nusantara University
31 3254 4884 Universitas Sumatera Utara
32 3669 5051 Duta Wacana Christian University
33 3338 5109 Universitas Budi Luhur
34 4623 5274 Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
35 4160 5495 Universitas Riau Beranda
36 xxxx 5900 Stmik Amikom
37 3467 5943 Universitas Sanata Dharma
38 4800 5975 Universitas Negeri Semarang
39 3983 5996 Maranatha Christian University

Selamat kepada beberapa universitas yang pada bulan januari 2009 tidak ada dalam peringkat, dan sekarang “welcome to the jungle” kepada 7 universitas yang baru saja masuk top 6000 dunia. Walaupun ada juga yang beberapa universitas mengalami penurunan. Selamat Kepada UNS yang ada pada peringakat 1617 dan no 6 di Indonesia. Good Luck


Wisata Blogger 2009 : Berhadiah HP Motorolla

July 31, 2009 by ajengkol · Leave a Comment
Filed under: Aggregator 
Ngeblog hakekatnya menulis, jadi yang namanya Blogger itu otomatis adalah seorang penulis. Jangankan untuk perhelatan yang besar seperti Wisata Blogger 2009, ketemu sesama Blogger di Wedangan Klithik pun bisa menjadi sebuah postingan. Seperti postingan saya sebelumnya Wisata Blogger menyisakan banyak kenangan pahit, bagaimana tidak pahit ? perjalanan dari Yogya ke Wonosobo saja harus naik turun [...]

Wisata Blogger 2009 : Kenanganku

July 29, 2009 by ajengkol · Leave a Comment
Filed under: Aggregator 
Selalu ada kenangan disetiap kejadian dan akan terasa indah manakala kita mampu memetik hikmah. Wisata Blogger 2009 dibalik setiap peristiwa itu,  menyisakan kenangan sedih dan indah bagi siapa saja yang hadir disana, yang pasti kenangan indah bersama kekasih hati selalu memberi kekuatan meskipun masih dipisahkan oleh jarak dan waktu. Setelah kontak dengan panitia Tyovan ary [...]

Catatan

July 29, 2009 by harsono · Leave a Comment
Filed under: Aggregator 
Sudah beberapa hari ini saya tidak menulis di blog. Mungkin sudah hampir satu pekan, semenjak tulisan tentang sebuah harapan saya postingkan sekitar tanggal 24 kemarin. Sebenarnya saya ingin sekali menuliskan pengalaman apa yang telah saya alami. Saya tidak bermaksud untuk mencari sebuah pujian, cercaan, atau pun hal yang lain. Tatapi hanya sebuah upaya untuk membiasakan [...]

Selamat Jalan Babah

July 29, 2009 by ajengkol · Leave a Comment
Filed under: Aggregator, Uncategorized 
Kematian adalah sebuah keniscayaan dalam hidup sehingga setiap yang hidup pasti mati. “kullu nafsin dzaaiqotul maut” (setiap yang bernafas pasti menemui kematian) sering kali dikaitkan dengan ayat istirja’ (inna lillahi wa inna ilaihi roojiun) yaitu ketabahan. Allah memerintahkan kita jangan terlalu larut dalam kesedihan. Kematian bisa saja menemui siapapun dalam bentuk tragedi kecelakaan, penyakit yang [...]

Wisata Blogger di Wonosobo

July 29, 2009 by Dony Alfan · 30 Comments
Filed under: Kabar Bengawan 

Peresmian Komunitas Blogger Serayu Wonosobo

Dunia blog Indonesia memang sedang bergeliat, ini bisa dilihat dari munculnya komunitas-komunitas blogger di daerah, Bengawan adalah salah satu diantaranya. Belum genap setahun usia Bengawan, muncul lagi komunitas blogger Wonosobo, yang diberi nama Serayu. Nama Serayu diambil dari salah satu sungai di Kabupaten Wonosobo. Jadi, Bengawan dan Serayu sebenarnya adalah saudara dekat, sama-sama menggunakan nama sungai. Selengkapnya →


lemu

July 26, 2009 by mahatma chryshna · Leave a Comment
Filed under: Aggregator 

Hari ini aku bertemu orang-orang lemu dalam pentas wayang suket mas slamet gundono. Pertama, seorang wanita yang menyanyi pada waktu pembacaan buku mas slamet. Kedua, mas slamet sendiri dan ketiga seorang tokoh yang muncul di akhir pertunjukan dengan mengulang-ulang satu kalimat tanpa ekspresi dan akhirnya keluar panggung.

Menurut Garin Nugroho, dalam salah satu puja puji terhadap Slamet Gundono, lemu merupakan suatu falsafah. Lemu adalah buku. Lemu adalah bulat dan bundar. Lemu ada di sekitar kita. Lemu adalah gelak tawa bahagia. Lemu adalah harapan bagi banyak orang. Lemu adalah harapan yang tersurat dari sapaan ibu-ibu kepada anaknya "makan yang banyak ya, biar lemu".

Di luar puja-puji dan segala macam acara ini, saya tertarik dengan permenungan seorang Garin Nugroho tentang lemu. Dugaan saya, jangan-jangan lemu adalah kedigdayaan seorang manusia jawa. Jangan-jangan, adalah suatu manusia super (overman) Nietzsche a la Jawa. Suatu kelakar yang kelewat jauh memang, tetapi layak ditanggung untuk diteruskan dalam suatu pencarian.

Bila lemu disejajarkan dengan situasi gemah ripah lo jinawi dari pengharapan jawa, maka suatu bentuk kurus, obsesi langsing dan singset adalah suatu pengingkaran dari harapan ideal manusia jawa. Memang, bila masih kecil, lemu identik dengan sehat, dengan lucu, dengan menggemaskan. Secara sosial, juga pada waktu kecil, lemu identik dengan status sosial yang kecukupan. Anak yang lemu adalah anak yang kecukupan secara lahiriah. Seorang anak yang jauh dari orangtua juga sering dinilai dari lemu tidaknya. Bila ia lemu, tentu orangtua (orangtua jawa, minimal) akan merasa tentram, merasa anaknya terawat dan tidak kekurangan suatu apapun. Jadi, lemu di sini mengandung makna tidak kekurangan suatu apapun.

Menginjak dewasa, manusia lemu tak lagi menjadi ideal manusia. Mungkin di jaman kebangkitan kesenian Yunani (Renaissance), lemu menjadi ideal wanita, tetapi sekarang telah berkembang menjadi manusia kurus tinggi langsing dada rata. Lemu dan kurus tidak lagi suatu tanda dari perayaan kehidupan yang tak kekurangan suatu apapun, tetapi menjadi konsumsi mata, konsumsi pandangan. Konsumsi visual itu dibentuk lewat media yang dikonstruksi demi munculnya kebutuhan untuk konsumsi. Kebetulan, saat ini, yang menarik adalah yang kurus, putih, tinggi, dada rata. Karena dikonstruksi bagi konsumsi visual yang mempengaruhi hasrat, muncul kebutuhan dan keinginan untuk menjadi sama-sama kurus, tinggi, dada rata.

Perkembangan ini ternyata telah menghilangkan makna dari pandangan manusia tentang ideal diri. Bila lemu pernah disejajarkan dengan suatu makna sejahtera, suatu penanda yang sangat bermakna. Kali ini, lemu digeser dan digantikan dengan ideal manusia yang kurus, tanpa penyejajaran makna dengan perayaan kehidupan manapun. Kurus tidak berarti tak terawat, tidak berarti miskin, tidak berarti kering. Kurus adalah tujuan dan makna pada dirinya sendiri. Telah terjadi pencurian makna akan perayaan kehidupan dan rasa syukur dengan pergeseran ini. Singkatnya, tak lagi ada nilai di balik suatu hasrat menjadi suatu manusia ideal. Mitos (barthesian) tak lagi bergema dalam penanda kurus.

***
Di tengah pentas, terjadi juga obrolan yang cukup seru di ankringan depan gedung pertunjukan. Temanya adalah pergeseran selera film bokep manusia. Seorang teman bercerita bahwa dia sangat bersyukur karena Asia Carera telah mendidik anak Indonesia sebelum waktunya. Menurutnya, Asia Carera mulai digeser oleh generasi Miyabi. Yang satu menonjolkan tubuh yang sintal dan padat berisi, yang lain mengedepankan wajah sayu, tubuh kurus langsing. Tetapi, dia tetap merasakan bahwa Asia Carera adalah Macan beringas yang atraktif dan pencipta gaya. Lain dengan Miyabi yang pasrah dan jinak. Asia Carena adalah lambang vitalitas. Dan yang lebih penting, menurut teman saya itu, gaya hubungan seksual sebagai suatu kegiatan yang sangat personal, dapat dipengaruhi oleh gaya Asia Carera, tidak oleh Miyabi. Tak heran bahwa teman saya menambahkan nama Carera di belakang nama panggungnya.

Kembali, ini tentang lemu. Bagi saya, lemu adalah penanda bagi perayaan kehidupan, ungkapan syukur akan terpenuhinya kebutuhan rohani dan jasmani. Lemu mengingatkan akan penciptaan, akan pertumbuhan dan akan laku syukur. Tentu saja, saya tak harus menjadi lemu untuk mengingat semua itu. Terimakasih untuk pertemuan dengan kawula lemu malam ini.
Selamat berkarya !!
gambar dikutip dari : http://blontankpoer.blogsome.com/images/monolog_gundono.jpg

Identitas Solo dan Transformasi Kultural

July 25, 2009 by haris · 9 Comments
Filed under: Info Solo 

Ada sebuah kekhawatiran berkait perkembangan kota-kota di Indonesia yang dirasa menuju arah yang seragam dan tak menampakkan ciri khas kedaerahan masing-masing. Pembangunan berbagai piranti bisnis modern—semacam mal, apartemen, gedung perkantoran, dan sebagainya—di berbagai daerah menunjukkan bahwa kota-kota di daerah memiliki kecenderungan menjadi sama dengan kota-kota besar yang terlanjur mengadopsi kultur metropolitan. Selengkapnya →


Sebuah Harapan : untuk Diriku dan Teman-Teman Terbaik yang Telah Kukenal dan Akan Kukenal

July 24, 2009 by harsono · Leave a Comment
Filed under: Aggregator 
Setiap orang di dunia ini pasti mempunyai harapan dalam hidupnya, termasuk diri kita. Harapan menjadikan hidup kita lebih semangat dan bermakna. Harapan juga menjadikan hidup kita  lebih teratur dalam rangka  menata kahidupan yang kita jalani. Secara umum  setiap orang mempunyai beraneka ragam harapan yang berbeda satu dan yang lainnya,  baik dari segi substansi dan cara [...]

Next Page »

  • Papan Iklan